visitor

Pages

Tampilkan postingan dengan label Operational Research. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Operational Research. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Januari 2014

PROSES MANUFAKTUR

Proses Manufaktur adalah ilmu yang mempelajari tentang berbagai proses-proses pengerjaan, seperti :
  • Pemesinan (Machining)
  • Pengecoran (Casting)
  • Pengelasan (Welding)
  • Pembentukan
  • Pengerjaan Permukaan
  • Metalurgi Serbuk
  • Pengerjaan Panas
  • Kerja Bangku, dsb
Jenis-Jenis Material Teknik 
  1. Logam : baja, besi cor, titanium, logam paduan, dll
  2. Polimer : polietilan, polipropilen, polikarbonat, dll
  3. Karet : isopren, neopren, karet alam, dll
  4. Gelas : gelas soda, gelas silika, gelas borosilikat
  5. Keramik : alumina, karbida silikon, nitrida silikon dll
  6. Hibrida : komposit, sandwich, foam
Sifat-Sifat Material terdiri dari :
  1. Sifat Mekanik : sifat yang berhubungan dengan beban luar logam atau gaya luar
  2. Sifat Teknologi : sifat yang berhubungan dengan proses pengerjaan
  3. Sifat Fisik : sifat yang berhubungan dengan proses fisika, seperti massa jenis(berat),titik cair,konduktivitas, dan Magnetik.
  4. Sifat Kimia : Sifat yang berhubungan dengan mudah atau tidaknya suatu material bereaksi atau bersenyawa , contohnya dalam proses oksidasi,reduksi, korosi, dll.
LOGAM (Metal)
Logam terdiri dari dua jenis :
  • Logam Ferro --> logam yang unsur utamanya adalah besi
  • Logam Non Ferro-->Logam yang unsur Utamanya Bukan besi, tetapi di padukan dengan unsur lain
Logam Ferro Terdiri dari :
  • Baja : Paduan besi dan karbon dimana kadar karbonnya maksimum 2%
  • Kadar Karbon Suatu Baja semakin tinggi , maka baja tersebut semakin keras tetapi semakin getas/rapuh
  • oleh karena itu baja dibagi 2 bagian :
                 * Baja Karbon (Carbon steel) di bagi lai dalam tiga bagian :
                    1.Baja Karbon Rendah ,yaitu baja yang unsur karbonnya kurang dari 0,25% atau disebut                                sebagai baja Konstruksi.
                    2.Baja Karbon Sedang, yaitu baja yang unsur karbonnya 0,25% - 0,5%
                    3.Baja Karbon Tinggi, yaitu baja yang unsur karbonnya 0,5% - 2%
                 * Baja Paduan  (Alloy Steel) 
                    Baja paduan adalah baja yang ditambahkan unsur paduan lain untuk merubah sifat baja                                 tersebut,  baja paduan merupakan merupaka baja yang sifat-sifatnya sangat dipengaruhi oleh                         unsur karbon dan unsur paduan yang di tambahkan, seperti dengan penambahan                   
                    chrome,nikel,titanium,kobal,mangan,silikon, dll        
Logam Non Ferro Terdiri dari : Aluminium murni dan paduannya, timah putih dan paduannya, nikel dan paduannya, titanium dan paduannya, tembaga dan paduannya, seng dan paduannya, dsb

PROSES PENGELASAN (WELDING)

Proses Pengelasan adalah proses penyambungan logam atau paduannya antara dua komponen atau lebih dengan menggunakan energi panas sehingga terjadi ikatan metalurgi, yang dilakukan pada saat material lumer, cair, maupun padat.

Meskipun dalam metode proses pengelasan tidak hanya berupa proses penyambungan, tetapi juga bisa berupa proses pemotongan dan brazing. Proses pengelasan dibedakan menjadi beberapa jenis, yakni :
1.  Arc Welding
Proses ini menggunakan sumber listrik untuk membuat dan menjaga busur listrik antara elektroda dan logam dasar untuk melelehkan logam pada titik pengelasan. Proses ini juga dapat menggunakan arus langsung (DC) maupun bolak-balik (AC), dan elektroda terumpan (consumable) maupun takterumpan (non-consumable).
2. Gas Welding
Proses ini menggunakan bahan bakar gas untuk menghasilkan energi panas untuk menyambung dua logam.  Jenis las gas yang paling terkenal adalah las dengan bahan bakar oxygen dan aseteline (karbid) atau yang lebih dikenal dengan las karbid. Jenis lainnya yang termasuk golongan ini adalah Oxygenpropane welding, Oxyhydrogen welding, dan Pressure gas welding.
3. Resistance Welding
Proses ini menghasilkan panas dengan cara melewati arus melalui tahanan (resistansi) yang disebabkan oleh kontak antara dua atau lebih permukaan logam. Metode ini sangat efisien dan menghasilkan sedikit polusi namun aplikasinya agak terbatas dan biaya peralatannya tinggi.
·         Resistance Spot Welding
·         Resistance Seam Welding

4. Solid State Welding
Beberapa metode pengelasan modern tidak melibatkan pelelehan material untuk dapat disambungkan. Salah satu yang populer, pengelasan ultrasonik (ultrasonic welding) biasa digunakan untuk menyambungkan lempengan tipis atau kawat yang dibuat dari logam atau thermoplastic dengan menggetarkan pada frekuensi dan tekanan yang tinggi.

Persyaratan  Yang Perlu diperhatikan dalam Proses Pengelasan :
  • Pemilihan Proses atau mesin las yang sesuai dengan material dasar dan pemilihan bahan tambahan (filler metal)
  • Perancangan Prosedur las dari gambar kerja
  • Modifikasi prosedur (uji)
  • Kualifikasi Ahli las (operator)
  • Pengujian/Pengendalian Mutu
Kualifikasi Pengelasan berdasarkan Mekanisme Penyambungan
  • Pengelasan Cair, termasuk las busur, las listrik, las gas, las listrik terak,las elektron, dan las busur plasma
  • Pengelasan Tekan , termasuk las tahanan listrik,las tempa,las ledakan, las induksi.
  • Pemantrian, termasuk pembrasingan (titik cair logam pengisi >450'C) dan penyolderan (titik cair logam pengisi <450'C)
Lima Dasar Sambungan Las

  1. Bultjoint (B) 
  2. Corner Joint (C)
  3. Edge Joint (E)
  4. Lap Joint (L)
  5. T-Joint


Adapun Posisi Pengelasan :
  1. Flat Position / datar di bawah pusat
  2. Horizontal/Datar di atas Pusat 
  3. Vertikal
  4. Overhead (diatas Kepala)
  5. Posisi Pipa

PROSES PEMBENTUKAN (FORMING)

Forming adalah salah satu proses pengerjaan dengan cara memberikan gaya luar sehingga terjadi deformasi plastis (perubahan bentukyang permanen) dan tidak menghasilkan geram

-to be continue-








Kamis, 26 September 2013

DIAGRAM SEBAB AKIBAT/TULANG IKAN / FISHBONE / ISHIKAWA

DIAGRAM SEBAB AKIBAT/TULANG IKAN / FISHBONE / ISHIKAWA
Adalah satu alat dalam menganalisa mutu dengan tujuan untuk
mengetahui secara menyeluruh hubungan antara kecacatan dengan
penyebabnya.
Kepala ikan adalah akibat Effect dan satu panah tebal diagram menuju
Effect.
Terdapat 7 faktor pokok yang tidak berkaitan yaitu 7M :
1. Material (bahan mentah atau komponen)
2. Manpower (faktor manusia)
3. Method (desain dan proses prosedur operasi)
4. Machines (mesin dan perlengkapan dalam proses)
5. Measurement (peralatan dan teknik yang dipakai untuk mengambil data)
6. Maintenance (sistem penyediaan perawatan)
7. Management (kebijakan, aturan kerja, dan lingkungan kerja)
Diagram ini dapat dipakai untuk menganalisa hampir semua
permasalahan





Contoh Aplikasi Diagram Sebab Akibat
Dalam satu team improvement sebaiknya melibatkan 4-10 anggota yang langsung dan tidak langsung menangani proses terkait.
Diperlukan pemikiran yang lebih (brainstorming) dari anggota team
untuk menemukan kemungkinan sebabnya (possibility cause),
kemudian menyaringnya.
Semua sebab-sebab cause yang tersaring harus mempunyai alasan
(sebab yang benar / valid).
Kemudian taruhlah valid cause ke diagram sebab akibat.

CARA MENCARI DAN MEMBUKTIKAN
AKAR PERMASALAHAN :


1.Do the right thing and do the thing right
Do the right thing, frasa ini mempunyai makna sebagai
pemilihan job mengacu ke aturan metode.
Contoh : ada job A, B, C, D dan E. Job D adalah job yang
sudah tertentu sesuai metode. A, B, C dan E bukanlah
pekerjaan yang ditentukan metode. Jadi jangan hiraukan
dulu, karena tidak berkaitan dengan proyek ini.
Do the thing right, frasa ini masih berkaitan dengan hal diatas,
setelah menentukan D, maka kerjakanlah job D dengan
sempurna.

2.Metode “5 Why” “5 kali kenapa”
Katakanlah satu sebab telah ditemukan, tanyakan kenapa
sebab itu muncul, pertanyaan “Kenapa ?” yang berulang
sehingga tidak ada jawaban lagi dari sebab yang terakhir.
Itulah akar permasalahannya (the root cause).
Contoh : Gemuk <--Tidak olah raga <-- malas.
Kenapa Gemuk ? Karena tidak olah raga.
Kenapa tidak olah raga ? Karena malas.
Kenapa Malas ? Malas adalah salah satu akar permasalahan.

3. Plug In, Plug Out
Setelah menemukan root cause, pengecekan validitas /
kebenaran dari root cause itu adalah keharusan. Adalah
benar-benar dari root cause jika dimasukkan (plug in root
cause) ke dalam proses, akibat sebenarnya akan muncul,
bagaimanapun kondisinya. Menarik (plug out) root cause
dari proses sudah pasti akan menghilangkan akibat
sebenarnya.
Contoh : Di bagian produksi banyak barang reject (speaker),
setelah diteliti ternyata disebabkan oleh kerusakan pada
equipment yang dipakai. Sehingga perlu diganti.














like